O‍NOFILE

3 Kalimat Ampuh Untuk Berkenalan Dengan Wanita

KUNJUNGI WEBSITE BARU KAMI DENGAN KUALITAS YANG LEBIH BAIK DI SINI

Berkenalan dengan wanita asing memang memiliki potensi besar penolakan, apalagi bila ternyata wanita tersebut sudah memiliki pasangan atau memang tidak ramah kepada orang asing. Tapi bagaimanapun karakter dan kondisi si wanita tersebut, Anda dapat memulai interaksi dan pendekatan awal yang sukses hanya dengan sedikit menguasai psikologi wanita. Cara perkenalan yang diawali dengan kalimat “Hi cewek, boleh kenalan tidak?” atau “Sorry, ini sudah jam berapa ya?” sangat tidak disarankan. Jika selama ini Anda selalu gagal dalam proses berkenalan dengan wanita, mungkin karena Anda menggunakan teknik ini.
Ada beberapa kalimat yang jika dipadukan dengan gesture tubuh akan menjadi teknik yang tidak dapat ditolak oleh wanita.

Berikut ini 3 kalimat ‘anti-tolak’ saat berkenalan dengan wanita.

 

 

1) “Saya Mau Kenalan”

Mengejutkannya, kalimat ampuh pertama untuk berkenalan justru adalah kalimat paling standar yang saking biasanya tidak akan menjadi pilihan bagi kebanyakan orang saat berkenalan dengan wanita. Padahal, kalimat ini akan ampuh ketika dipadukan dengan gesture tubuh yang tepat. Ketika wanita tersebut sedang berjalan, hentikan langkahnya seakan-akan Anda membutuhkan sesuatu yang sangat penting darinya. Hentikan si target dengan mengatakan “Maaf, tunggu sebentar. Saya mau kenalan” dengan wajah yang datar tanpa senyuman.
Tentu ini akan membuat sang wanita terkejut, tapi tentunya ia memusatkan perhatian penuh kepada Anda. Pada saat ia masih bingung dengan apa yang sedang terjadi, sodorkan tangan Anda dan perkenalkan nama Anda. Dalam kondisi yang sedang tidak siap tersebut, target juga akan menyodorkan tangan dan memperkenalkan namanya sebelum tahu apa yang terjadi.
Setelah Anda dan dia berkenalan, lemparkan senyuman untuk mencairkan kejutan yang Anda berikan padanya. Ketika kondisi tersebut sudah mencair, manfaatkan beberapa detik rasa lega pada si target untuk melanjutkan pembicaraan yang kontekstual (yang berhubungan dengan kondisi pada saat itu) agar dapat membuatnya nyaman. Pada tahap ini, selanjutnya terserah Anda.


2) “Bisa Minta Waktunya Sebentar?”

Kali ini ‘sopan’ adalah kunci utama untuk memberikan Anda beberapa detik ruang untuk melancarkan perkenalan. Kali ini, teknik apapun yang Anda gunakan tidak menjadi masalah selama dimulai dengan kalimat “Maaf, bisa minta waktunya sebentar?” Kalimat ini secara otomatis akan 99% direspon dengan perhatian penuh kepada Anda, karena dimulai dengan permintaan yang sopan dan adanya kata ‘sebentar’ di akhir kalimat. Jika target sudah memberikan Anda waktu untuk berbicara, Anda hanya punya beberapa detik saja untuk menyampaikan keinginan Anda. Kalimat yang sama digunakan oleh para salesman, hanya saja disini akan Anda gunakan untuk berkenalan.
Ingat, Anda hanya punya beberapa detik saja untuk dapat meyakinkan dia melancarkan perkenalan. Maka dari itu, setelah mengatakan “Maaf, bisa minta waktunya sebentar?”, langsung sodorkan tangan dan katakan “Nama saya (sebutkan nama Anda), nama Anda?”. Si target akan dengan otomatis merespon dengan positif. Jika Anda cepat, beberapa detik awal bahkan bisa Anda gunakan untuk meminta nomer telepon si target. Teknik ini biasa diikuti dengan teknik berpura-pura melakukan survey produk, meminta pendapat, atau sekedar menanyakan alamat. Kecakapan Anda membawa percakapan ke arah yang santai akan sangat dibutuhkan beberapa detik setelah perkenalan Anda lakukan, atau setelah momen ‘sebentar’ itu sudah lewat. Teknik ini sangat baik digunakan untuk berkenalan dengan wanita apalagi jika Anda punya wawasan yang cukup luas tentang topik-topik yang menarik wanita.


3) “Bisa Minta Bantuannya?”

Anda pikir kenapa para pesulap selalu mengawali aksinya mencari sukarelawan dengan “bisa minta bantuannya?”. Ini karena sebagai manusia sosial, secara psikologis sangat sulit untuk menolong permintaan tolong yang datang langsung. Ini lebih memiliki efek yang besar terhadap kaum wanita yang jelas memiliki sisi sensitif yang lebih luas ketimbang laki-laki. Anda dapat memanfaatkan titik kelemahan wanita yang satu ini untuk berkenalan.
Seperti kalimat nomer 2 di atas, Anda punya waktu beberapa detik untuk berkenalan dengan target saat si target memberikan Anda waktu untuk berbicara. Teknik ini bisa Anda gunakan dengan model bantuan apa saja, bahkan yang kadang-kadang tidak Anda butuhkan sebenarnya (permintaan bantuan palsu). Teknik yang paling ampuh untuk disandingkan dengan kalimat-kalimat pamungkas ini adalah dengan berpura-pura melakukan survey tentang produk yang si target gunakan. Anda bisa mengatakan bahwa Anda sedang melakukan survey dan pendapat tentang tas yang ia gunakan dan perbandingannya dengan tas brand lain. Jika Anda awali perkenalan dan pembicaraan Anda dengan topik yang membuat si wanita tertarik, ia takkan segan-segan memberikan nomer telepon Anda kepadanya.