O‍NOFILE

Sifat Fisik Batuan Reservoir (Porositas dan Permeabilitas)

KUNJUNGI WEBSITE BARU KAMI DENGAN KUALITAS YANG LEBIH BAIK DI SINI
Porositas

Porositas merupakan perbandingan antara ruang kosong dari suatu batuan dengan volume batuan itu sendiri. Pengukuran porositas batuan merupakan hal yang sangat penting karena akan menentukan seberapa banyak hidrokarbon (gas atau minyak) yang ada di dalam batuan. Porositas bisa dikategorikan dalam beberapa kategori sebagai berikut :
1.      Berdasarkan cara pembentukannya :
·   Porositas asli atau primer : menyatakan besaran porositas yang terbentuk saat proses diagenesis batuan, contohnya yaitu porositas intergranular
·  Porositas sekunder : menyatakan besaran porositas yang terbentuk setelah proses diagenesis batuan, contohnya yaitu karena pelarutan pada batuan karbonat (vugs) atau akibat proses tektonik (fracture porosity)
2.      Berdasarkan kemampuan pori untuk dilewati hidrokarbon
·       Porositas Total : merupakan rasio dari jumlah total pori-pori dibandingkan dengan volume bulknya
·       Porositas Efektif : merupakan rasio dari pori-pori (ruang kosong) yang saling berhubungan dibandingkan dengan volume bulknya
3.      Berdasarkan letak pori-porinya
·         Porositas intragranular : pori-pori terletak di dalam butiran itu sendiri
·         Porositas intergranular : pori-pori terletak diantara butiran yang tidak tertutupi oleh semen
Nilai porositas sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1.   Keseragaman butiran : semakin seragam butir penyusun batuan maka nilai porositasnya akan semakin besar, dilain pihak apabila ukuran butiran tidak seragam maka butiran yang lebih kecil akan mengisi ruang kosong diantara butiran yang lebih besar sehingga nilai porositas akan turun.
2.  Derajat sementasi : semakin tinggi derajat sementasi maka pori-pori batuan yang tertutup semen akan semakin kecil, sehingga nilai porositas akan semakin kecil pula
3.  Derajat kompaksi : semakin besar tekanan yang diberikan ketika proses diagenesa batuan maka akan membuat ukuran pori-pori semakin kecil dan akibatnya nilai porositas juga akan semakin kecil
4.   Derajat angularitas : pada umumnya batuan dengan butiran yang memiliki roundness yang baik akan memiliki nilai porositas yang lebih baik daripada batuan dengan bentuk yang melancip.