O‍NOFILE

Humor MUKIDI UPDATE Terbaru Paling POPULER

KUNJUNGI WEBSITE BARU KAMI DENGAN KUALITAS YANG LEBIH BAIK DI SINI

Mukidi mendadak terkenal setelah ceritanya tersebar di mana-mana di ranah maya. Bermula dari WhatsApp, cerita humor nan lucu dan menggugah tawa ini beredar cepat di aplikasi perpesanan instan itu. Dalam cerita itu, Mukidi jadi bintang utamanya. 

Lantas banyak orang bertanya-tanya, siapa itu Mukidi? Kenapa tiba-tiba namanya muncul dan dijadikan bahan guyonan? Dan kenapa harus Mukidi, bukan si Polan?

Ternyata, Mukidi ini adalah sosok fiktif alias tidak nyata. Ia tidak benar-benar ada (meskipun kebetulan anda memiliki nama “Mukidi,” yang jelas bukan anda yang dimaksud disini). Ia hanya dibuat untuk menjadi tokoh dalam sebuah cerita, namun bisa saja cerita dibuat untuk menceritakan atau menyindir seseorang. Tergantung dari siapa yang menafsirkan ceritanya, cerita tentang Mukidi bisa berarti positif atau negatif.

Digunakannya nama Mukidi sendiri lantaran tokoh ini konon sudah cukup terkenal di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Disana, nama ini sering kali dijadikan bahan candaan. Terutama di Jawa Barat dimana tokoh Mukidi ini bisa disandingkan dengan tokoh “Kabayan,” sementara di Sumatera Utara dia bisa disandingkan dengan si “Polan.”

Berikut ini beberapa cerita humor Mukidi yang lucu dan menggelitik:

Cak Mukidi ke pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura bertubuh montok bernama Bu Markonah.
“Buk, rujak satu, berapa?” tanya Cak Mukidi.
“Sepoloh rebu..cak..,” kata Bu Markonah.
Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, “Cak… tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,” kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.
Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. “Nggak ada..Bu.” kata Cak Mukidi.
Buk Markonah kasih instruksi, “Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”
Cak Mukdi: “Nggak ada…Buk.”
“Ya sudah,” kata Buk Markonah.
“Lah terus mana kembalian saya????” tanya Cak Mukidi bingung.
Buk Markonah dengan enteng berkata, “Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis.”
Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah


Guru: “Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?”.
            Mukidi berdiri dan menjawab : “Gajah, bu guru !”
Guru: “Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai     
           dengan huruf ‘D’ ?”
Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri :”Dua gajah, Bu Guru…”
….gerrr sak kelas
Guru :”Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !
           Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang  
           dimulai dengan huruf “M”?
Semua murid diam.
Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang “Mungkin Gajah…”
Guru :”Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !”
           Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.
Guru :”Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan  
           huruf “J”?
semua diam.
Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas
Mukidi : “Jangan-jangan Gajah”
Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang….
Guru : “Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?”
            Sekali lagi semua murid terdiam.
Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
Guru: “Ya hallo…”
HP : ‘Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah”


HALAMAN  1 , 2 , 3